Senin, 06-04-2026
  • SMPN 1 Amfoang Utara, Sekolah untuk Membentuk Karakter Pancasila.

Tangis Haru Iringi Pengumuman Kelulusan di UPTD SMP Negeri 1 Amfoang Utara

Diterbitkan : - Kategori : Berita Pendidikan

Suasana haru menyelimuti halaman UPTD SMP Negeri 1 Amfoang Utara saat pengumuman kelulusan peserta didik kelas IX Tahun Pelajaran 2024/2025 pada Senin, 2 Juni 2025. Upacara yang seharusnya menjadi momen penuh sukacita itu berubah menjadi kenangan mendalam bagi seluruh keluarga besar sekolah.

Tangis pecah ketika Marchesy Kollo, salah satu siswa kelas IX, membacakan puisi berjudul “Merajut Kisah”. Dengan suara bergetar, Marchesy menghadirkan kembali kenangan tiga tahun perjalanan mereka menuntut ilmu bersama, menghidupkan kembali setiap tawa dan air mata yang telah dilalui. Baris demi baris puisi menggambarkan perjuangan, persahabatan, dan cita-cita yang dirajut dalam kebersamaan.

Marchesy Kollo sementara membaca puisi.

Namun, suasana menjadi semakin emosional ketika Kepala UPTD SMP Negeri 1 Amfoang Utara, dalam sambutannya, menyampaikan pengumuman resmi kelulusan. Di sela-sela pengumuman, beliau menyampaikan kabar duka bahwa salah satu siswa, Garial Naniman, telah berpulang beberapa hari sebelum pengumuman kelulusan disampaikan.

Kepergian Garial meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi teman-teman dan para guru. Garial dikenal sebagai pribadi yang ceria dan rajin, serta memiliki semangat belajar yang tinggi. Walaupun dirinya telah tiada, pihak sekolah menyampaikan bahwa Garial dinyatakan lulus dari 99 orang dengan rician Laki-laki 51 dan Perempuan 48 Orang, sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan dedikasinya selama menempuh pendidikan.

Tangis pecah di antara para siswa, guru, dan orang tua. Banyak yang tak mampu menahan air mata saat nama Garial disebut dalam daftar kelulusan. Beberapa guru tampak mengusap mata mereka, dan teman-teman sekelasnya saling berpelukan dalam keheningan yang penuh makna.

Hari itu, halaman sekolah tidak hanya menjadi saksi kelulusan, tetapi juga menjadi tempat penghormatan terakhir bagi seorang pelajar yang telah menjadi bagian dari perjalanan kisah mereka. Sebuah bangku kosong didekorasi dengan bunga dan foto Garial, sebagai simbol bahwa meski raganya telah pergi, kenangannya akan selalu hidup dalam hati mereka.

Kelulusan tahun ini bukan hanya tentang capaian akademik, tetapi juga tentang merajut kenangan dan makna kebersamaan yang tak akan pernah terlupa.

 

Oleh: Soleman Buraen

 

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan