Senin, 06-04-2026
  • SMPN 1 Amfoang Utara, Sekolah untuk Membentuk Karakter Pancasila.

Perjalanan 19 Februari 2026: Menembus Alam Amfoang Hingga Kota Kupang

Diterbitkan : - Kategori : Cerita Pendek

Tanggal 19 Februari 2026 menjadi hari yang penuh pengalaman dan kesan mendalam bagi para penumpang yang melakukan perjalanan panjang melintasi wilayah Amfoang hingga menuju Kota Kupang. Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi sebuah kisah tentang perjuangan, keindahan alam, kebersamaan, dan kekaguman terhadap ciptaan Tuhan yang luar biasa.

Perjalanan Awal: Fatunaus – Oehonis – Hutan Tanah Merah

Perjalanan dimulai dengan melewati jalan Fatunaus, sebuah jalur yang mengantar rombongan menuju kali Oehonis. Dari sana kendaraan memasuki pemukiman Oehonis yang masih alami dan tenang. Suasana pedesaan terasa begitu damai, dengan kehidupan masyarakat yang sederhana dan dekat dengan alam.

Namun perjalanan mulai menantang saat memasuki hutan tanah merah. Jalan yang dilalui sangat ekstrem, licin, dan terjal. Kendaraan harus berjuang keras melewati medan yang sulit. Ketika mendaki Gunung Katap, kendaraan bahkan tidak mampu melanjutkan perjalanan karena tanjakan yang terlalu curam. Para penumpang akhirnya turun dan berjalan kaki sambil membantu memperbaiki jalan agar kendaraan dapat kembali melanjutkan perjalanan. Kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat jelas pada saat itu.

Keindahan Alam dan Kemegahan Gunung Timau

Setelah melewati medan berat, rombongan memasuki padang luas dengan pemandangan yang sangat indah. Hamparan alam yang hijau dan udara yang sejuk membuat setiap mata yang memandang seakan merasakan suasana surga dunia. Keindahan alam tersebut begitu memukau hingga muncul harapan agar jalan menuju tempat ini dapat diperhatikan dan diaspal dengan baik.

Di wilayah ini berdiri megah Gunung Timau yang menjadi kebanggaan masyarakat Amfoang Tengah, Nusa Tenggara Timur. Keindahan dan potensi alamnya menjadikan gunung ini layak menjadi ikon mendunia dari bumi Amfoang. Pemandangan alam yang menakjubkan memberi kesadaran akan pentingnya menjaga dan mengembangkan wilayah tersebut agar dikenal luas oleh dunia.

Pemukiman Amfoang Tengah hingga Lelogama

Perjalanan dilanjutkan dengan memasuki pemukiman Amfoang Tengah Fatumonas, kemudian kembali melewati padang luas sebelum tiba di pemukiman Lelogama. Di Lelogama rombongan berhenti sejenak di Pertamina untuk beristirahat dan mempersiapkan perjalanan selanjutnya.

Perjalanan kembali dilanjutkan melewati hutan dan wilayah yang dikenal sebagai Bok Sepuluh, kemudian masuk ke pemukiman Tanini, Kaunike, dan Bokong 2. Jalan yang dilalui cukup panjang dengan kondisi yang bervariasi, namun perjalanan tetap berjalan dengan lancar.

Camplong dan Hutan yang Menyegarkan

Rombongan kemudian memasuki wilayah Takari dan Oesusu, sebelum kembali melewati kawasan hutan menuju Camplong. Suasana hutan yang sejuk dan alami memberikan kesegaran bagi para penumpang setelah menempuh perjalanan panjang.

Perjalanan keluar dari hutan membawa rombongan ke Air Camplong yang terkenal dengan suasana alamnya yang indah dan menenangkan. Setelah itu kendaraan melewati pemukiman Camplong dan Pasar Lili sebelum melanjutkan perjalanan menuju Oelamasi.

Sesampainya di Oelamasi, rombongan berhenti sejenak di warung pojok untuk makan malam dan beristirahat. Kebersamaan para penumpang semakin terasa dalam suasana santai dan penuh syukur setelah melewati perjalanan panjang.

Setelah beristirahat, perjalanan dilanjutkan menuju Kupang dengan kondisi jalan yang mulus dan tanpa kendala. Perjalanan berlangsung lancar hingga akhirnya para penumpang tiba dengan selamat di rumah masing-masing.

Perjalanan tersebut menggunakan Bis Romantis yang dikemudikan oleh sopir bernama Nyongki, yang dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian membawa para penumpang melewati berbagai medan sulit hingga tiba di tujuan dengan selamat.

Perjalanan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi setiap penumpang. Selain menghadapi berbagai tantangan medan, perjalanan ini juga memperlihatkan keindahan alam Amfoang yang luar biasa, semangat kebersamaan dalam menghadapi kesulitan, serta rasa syukur atas perlindungan Tuhan sepanjang perjalanan.

Perjalanan tanggal bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah kisah tentang perjuangan, keindahan alam, dan harapan agar wilayah Amfoang semakin berkembang serta dikenal oleh dunia.21/02/2026 by Soleman Buraen

 

(Soleman Buraen)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan