Senin, 06-04-2026
  • SMPN 1 Amfoang Utara, Sekolah untuk Membentuk Karakter Pancasila.

Meriahkan HUT ke-80 RI, SMPN 1 Afatar Juara 8 Tingkat SMP dalam Pekan Budaya Daerah

Diterbitkan : - Kategori : Berita Pendidikan

Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Pekan Budaya Daerah Tingkat Kabupaten Kupang pada tanggal 14-15 Agustus 2025.

Acara ini diadakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80. Pekan Budaya ini menampilkan berbagai lomba yang mengangkat seni dan budaya daerah, dengan tujuan melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

Rangkaian Acara

Pekan Budaya Daerah ini dibagi menjadi dua hari dengan berbagai kegiatan menarik:

Hari Pertama, 14 Agustus 2025:

  • Lomba Fashion Show Busana Daerah Tingkat SD: Diikuti oleh 13 sekolah dasar, lomba ini menampilkan beragam busana adat dari berbagai daerah di Kabupaten Kupang.
  • Lomba Tarian Daerah Tingkat SMP: Sebanyak 12 sekolah menengah pertama menampilkan tarian-tarian tradisional yang kaya akan makna dan nilai budaya.

Hari Kedua, 15 Agustus 2025:

  • Lomba Tarian Daerah Tingkat SMP: Dilanjutkan dengan penampilan dari 13 sekolah menengah pertama lainnya.
  • Lomba Fashion Show Busana Daerah Tingkat SD: Diikuti oleh 16 sekolah dasar, menampilkan kreasi busana daerah yang memukau.

Partisipasi UPTD SMP Negeri 1 Amfoang Utara

UPTD SMP Negeri 1 Amfoang Utara turut serta dalam Pekan Budaya ini dengan menampilkan tarian daerah “Tarian Perang”.

Tarian ini merupakan representasi dari tradisi dan budaya masyarakat Amfoang Utara, yang kaya akan nilai kepahlawanan dan semangat juang.

Sinopsis Tarian Perang “Maekat”

Tarian Perang atau “Maekat” adalah tarian tradisional yang berasal dari Amfoang Utara, Kabupaten Kupang.

Tarian ini menggambarkan semangat kepahlawanan dan strategi perang, yang diiringi oleh musik gong (sene), tambur (atufu), serta giring-giring (banoq) yang dikenakan pada kaki penari laki-laki, dan keleong (suni) yang digunakan untuk berperang.

Tarian ini bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga merupakan bagian penting dari warisan budaya Timor Amfoang, yang melestarikan nilai-nilai kepahlawanan dan semangat juang masyarakat.

Busana dan Kelengkapan Tarian

Busana yang digunakan oleh peserta adalah motif daerah Amfoang dari Desa Fatunaus. Kelengkapan yang digunakan oleh peserta laki-laki (atoni) meliputi:

  1. Destar atau piluq: Dikenakan di kepala sebagai lambang daerah.
  2. Saku siri pinang atau alug kosu.
  3. Mutih atau inuh.
  4. Pedang atau suni.
  5. Giring-giring atau banoq.

Kelengkapan yang digunakan oleh peserta perempuan (bife) meliputi:

  1. Piluq mama.
  2. Mutih atau inuh.

Alu kosu dan piluq mama berfungsi untuk menyimpan siri pinang (puah manus) dan kapur (aog).

Pedang atau suni digunakan untuk berperang, dan giring-giring atau banoq dipakai oleh penari untuk mengiringi bunyi gong dan tambur.

Penampilan UPTD SMP Negeri 1 Amfoang Utara

Dalam penampilan tarian perang “Maekat”, UPTD SMP Negeri 1 Amfoang Utara mengirimkan 10 peserta, dengan rincian:

  • 3 orang pemukul gong (sene)
  • 3 orang pemukul tambur (atufu)
  • 2 orang penari
  • 2 orang pembawa alug mama

Pada saat acara dimulai, kedua penari akan mengantarkan dan meletakkan alug mama atau tas siri pinang di atas meja dewan juri, sebagai tanda atau tradisi masyarakat Timor Amfoang dalam menyambut tamu dengan memberikan siri pinang.

Hasil dan Semangat Kebersamaan

Dalam lomba tersebut, UPTD SMP Negeri 1 Amfoang Utara berhasil meraih juara 8 tingkat SMP.

Sekolah-sekolah lain juga menampilkan aneka tarian sesuai dengan budaya masing-masing, serta fashion show yang menampilkan pakaian adat dengan aneka warna yang berbeda-beda, namun tetap mempersatukan warna menjadi merah putih sebagai warna bangsa Indonesia.

Acara puncak Pekan Budaya Daerah ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Agustus 2025, di Oelamasi/Civic Center Oelamasi, sebagai bagian dari perayaan HUT RI ke-80.15

 

Oleh: Soleman Buraen

 

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan