Senin, 06-04-2026
  • SMPN 1 Amfoang Utara, Sekolah untuk Membentuk Karakter Pancasila.

Merenungi Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-78 di Amfoang Utara

Diterbitkan : - Kategori : Berita Pendidikan

“Walaupun kami  Mengabdi Di Daerah Yang Notabene masih ketinggalan, Tetapi Gagasan  Dalam Pengabdian kami terus disuarakan di bidang Pendidikan,”

Para guru di Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, NTT mengadakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di lapangan SMP Negeri 1 Amfoang Utara, Naikliu, Pada tanggal 25 November 2023.

Upacara bendera oleh para guru di Kecamatan Amfoang Utara, dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI yang Ke-78, yang diperingati setiap tahun. Upacara kali ini dirayakan di tiap-tiap gugus sekolah secara sederhana tetapi berlangsung penuh khidmat.

Untuk pengibaran bendera merah putih, dipercayakan kepada para siswa SMP Negeri 1 Amfoang Utara. Siswa terlibat sebagai wujud penghormatan kepada para guru yang mengabdi kepada bangsa dan juga memupuk rasa  bangga mereka untuk menjadi seorang yang cinta kepada tanah air Indonesia.

Para siswa di SMPN 1 Amfoang Utara bertugas mengibarkan bendera saat upacara peringatan HGN tahun 2023 dan HUT PGRI ke-78.

Petugas upacara juga dipercayakan kepada beberapa guru. Yang membacakan Pembukaan, Ibu guru Elda Kolis,S.Pd, Ikrar Guru oleh ibu guru Yanres F.Penmaley,S.E, dan sebagai Pemimpin Upacara adalah pak guru Michael M. P. Leng,S.Pd.

Sebagai Kepala Sekolah yang menjadi Inspektur (Pembina) Upacara, dengan tegas  membacakan teks Pidato Mendikbudristek pada upacara peringatan HGN tahun 2023 dan HUT PGRI yang ke-78.

Kepala SMPN 1 Amfoang Utara, Soleman Buraen S.Pd., menjadi inspektur upacara.

Peringatan HGN ini merupakan kesempatan bagi kita untuk merenung, mengapresiasi, dan mengahargai  dedikasi  serta pengabdian para guru yang telah dan terus menorehkan jejak yang gemilang di bidang pendidikan.

Di setiap kelas, para guru telah menjadi pilar utama dalam membimbing, membentuk karakter siswa, dan menginspirasi generasi penerus bangsa. Mereka bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, namun juga membawa harapan, memupuk impian dan membuka pintu masa depan yang cerah bagi putra-putri kita.

Sebagaimana kita ketahui, tema Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI yang ke-78 Tahun 2023 adalah “Transformasi guru wujudkan Indonesia Maju”.   Untuk menyentuhkan tema tersebut, selesai upacara bendera para guru mengadakan kegiatan merenung bersama dalam ruang Guru SMP Negeri 1 Amfoang Utara dipimpin  oleh saya (Soleman Buraen, S.Pd) selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Amfoang Utara.

Para guru yang mengabdi di SMP Negeri 1 Amfoang Utara itu, merenung tentang pandangan mereka terhadap berbagai tugas yang mereka hadapi setiap harinya. Untuk itu mereka memandang, bahwasanya era digitalisasi informasi dan tuntutan persaingan global dewasa ini, memberikan tantangan tersendiri bagi guru dan kepala sekolah, sebagai ujung tombak pelaku pembelajaran di tempat tugasnya itu.

Oleh sebab itu, hal ini menuntut  upaya kita untuk meningkatkan kompetensi sebagi guru dan kepala sekolah, agar selalu melihat dan melakukan kreativitas serta inovasi pembelajaran di sekolah,  seiring dengan tuntutan serta perkembangan peradaban manusia pada era digitalisasi informasi saat ini.

Dengan demikian, apa upaya yang harus dilakukan oleh guru dan kepala sekolah di sekolahnya masing-masing?

Untuk menjawab tantangan tersebut, perlu melakukan kreativitas serta inovasi pembelajaran. Setiap satuan pendidikan yang ada harus membuat asesmen dan melakukan strategi sebagai solusi pemecahan dari masalah yang ada. Dikatakan sebagai tantangan dalam melakukan kreativitas serta inovasi, karena ini bukan hal yang mudah dilakukan oleh guru di wilayah Amfoang Utara ini. Bagaimana kita dapat bergerak melakukan kreativitas dan inovasi,  apabila berbagai aksesibitas belum mmemadai, untuk kita lakukan dalam proses pembelajaran bersama siswa di sekolah?

Setidaknya, masih banyak kekurangan yang menyangkut pembelajaran guru di era digitalisasi pembelajaran  dalam kelas. Misalnya, jaringan internet yang sering terganggu, komputer, laptop di sana-sini masih kurang. Selain itu pemanfaatan gawai, baik guru maupun siswa kurang nampak dalam pembelajaran. Apalagi kalau belum punya Hp dan serta alasan lainnya, karena keadaan ekonomi, biaya , ongkos, dan harga barang yang cukup mahal di daerah Amfoang Utara di saat musim hujan.

Namun demikian, tentu  semua itu kita hadapi bersama seiring berjalanya waktu.  Dan diharapkan, sekiranya guru dan kepala sekolah  membaca rapor sekolah sesuai hasil ANBK yang telah dilaksanakan tahun ini masih rendah.

Sebagai Kepala SMP Negeri 1 Amfoang Utara, saya juga mendorong para guru yang ada, bahwasanya harus kuat dalam kesatuan wadah organisasi PGRI, dan sebagai guru harus bekerja secara profesional yang walaupun kami mengabdi di daerah yang notabene masih ketinggalan, tetapi gagasan dalam pengabdian kami terus disuarakan di bidang pendidikan.

 

(Oleh: Soleman Buraen, S.Pd., Kepala SMPN 1 Amfoang Utara)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan